kisah ini saya baca pada buku "Lentera Cinta"
Ayah dan ibu selalu saja bertengkar. Mereka bertengkar, bahkan pada hal-hal yang kecil. Well, aku tidak tau apa yang membuat mereka tidak menyukai satu sama lain, padahal menurutku mereka menikah karena cinta.
Karena serinya mereka bertengkar, ibuk pernah mencoba bunuh diri.Untung aku menemukannya dan menghentikan aksi nekatnya itu. Tidak lama kemudan mereka resmi bercerai.Sungguh aku tidak siap dengan keadaan ini. Aku tidak siap kehilangan mereka berdua. itu sebabnya, kondisi fisik dan psikologisku menurun drastis.
Aku depresi dan tidak mau melakukan apapun.Semua teman simpatik kepadaku. Mereka merencanakan banyak hal yang bisa menghiburku,tapi aku masih saja tetap down. Suatu hari, salah seorang dari mereka memaksaku untuk duduk dan bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk membuatku bahagia.
"Tidak ada sejauh ini, kamu sudah sangat membantuku dengan memberiku begitu banyak perhatian dan mencegahku melakukan hal-hal yang gila," kataku sambil menatap matanya.
Memang tidak ada yang bisa dilakukan seorang sahabat atas masalah yang terjadi padaku atau kepada siapa pun. Sahabat hadir sebagai penyelamat dari tindakan-tindakan bodoh yang bisa dilakukan dan memberikan kasih yang tidak dapat terukur.
Masalahku memang aku sendiri yang harus menyelesaikannya, tapi kehadiran sahabat-sahabatku telah membuat lukaku semakin mengering. Aku bisa menanggung beban ini karena aku tahu, aku dicintai banyakorang.
RENUNGAN
"Barang siapa meringankan beban kehidupan duniawi saudaranya, niscaya Allah meringankan beban kehidupannyadi akhirat kelak" (HRMuslim)









0 komentar:
Posting Komentar